Di banyak restoran dan kafe, tamu kini cukup memindai kode QR di meja untuk melihat menu. Tidak perlu menunggu buku menu, dan tidak perlu memasang aplikasi. Artikel ini menjelaskan cara kerjanya, manfaatnya bagi usaha, dan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memasangnya.
Apa itu menu QR?
Menu QR adalah menu yang dibuka dengan memindai kode QR memakai kamera HP. Kode QR itu berisi link ke halaman menu restoran Anda. Tamu melihat daftar makanan dan minuman lengkap dengan foto, harga, dan keterangan, langsung di browser HP-nya.
Ada dua tingkat pemakaian:
- Menu untuk dilihat. Tamu membaca menu di HP, lalu memesan ke pelayan seperti biasa.
- Pesan dari meja. Tamu memilih menu dan mengirim pesanan dari HP-nya. Pesanan langsung sampai ke dapur dan bar, dan tamu tetap membayar di kasir.
Cara kerjanya bagi tamu
- Tamu duduk, lalu memindai kode QR di meja dengan kamera HP.
- Menu terbuka di browser, tanpa unduh aplikasi dan tanpa daftar akun.
- Tamu melihat foto dan harga, lalu memesan ke pelayan atau langsung dari HP.
- Jika memesan dari HP, nomor meja sudah otomatis tercatat.
Hal kecil yang sering terlupa: pastikan sinyal di dalam ruangan cukup kuat, atau sediakan Wi-Fi untuk tamu.
Manfaat bagi restoran dan kafe
- Ganti menu dan harga seketika. Menu habis? Tandai "habis" dengan satu ketukan. Harga naik? Ubah sekali, tanpa mencetak ulang buku menu.
- Foto yang menggugah selera. Tamu memilih dengan melihat foto, bukan hanya membaca nama menu.
- Bahasa lain untuk wisatawan. Menu bisa tampil dalam bahasa Inggris atau Mandarin bagi tamu yang tidak berbahasa Indonesia.
- Pelayan tidak bolak-balik. Dengan pesan dari meja, pelayan bisa fokus mengantar makanan dan melayani tamu.
- Tahu menu yang paling laris. Data pesanan menunjukkan menu terlaris dan jam paling ramai.
Menu QR saja, atau pesan dari meja?
Tidak semua tempat perlu pesan dari meja. Warung dengan menu sederhana dan pelayan yang sigap mungkin cukup dengan menu untuk dilihat. Kafe yang ramai di jam makan siang, atau restoran dengan banyak meja dan sedikit pelayan, biasanya paling terbantu dengan pesan dari meja.
Pembayaran tidak harus ikut berubah. Banyak usaha tetap membayar di kasir seperti biasa, sehingga tidak perlu mengganti sistem kasir.
Yang perlu disiapkan
- Daftar menu dengan nama, harga, dan kategori, misalnya makanan, minuman, dan camilan.
- Foto menu, cukup dari HP dengan cahaya yang baik. Foto yang Anda ambil sendiri adalah yang paling aman dipakai.
- Kode QR untuk setiap meja, dicetak di bahan yang tahan air dan mudah dibersihkan.
- Printer dapur atau layar jika memakai pesan dari meja, agar pesanan langsung terlihat oleh juru masak.
Kesalahan yang sering terjadi
- Kode QR berisi link sementara. Jika linknya kedaluwarsa, semua kode QR yang sudah dicetak harus diganti. Pastikan kode QR berisi link tetap di domain penyedia layanan, yang tidak berubah meskipun menu Anda berubah.
- Menu berupa file PDF besar. PDF lambat dibuka dan sulit dibaca di layar kecil. Menu yang dibuat untuk HP jauh lebih nyaman.
- Tidak ada cadangan. Siapkan satu atau dua menu cetak untuk tamu yang tidak membawa HP.
- Menu tidak diperbarui. Tamu kecewa jika memesan menu yang ternyata sudah habis. Biasakan menandai menu habis saat itu juga.
Langkah memulai
- Kumpulkan daftar menu dan foto.
- Pilih layanan menu QR yang sesuai, dan masukkan menu Anda.
- Cetak kode QR untuk setiap meja dan pasang di tempat yang mudah terlihat.
- Coba sendiri: pindai, pesan, dan lihat pesanan masuk ke dapur.
- Jelaskan singkat kepada pelayan, lalu mulai dipakai saat jam tidak terlalu ramai.
Menu QR bukan pengganti keramahan pelayan, tetapi membantu mereka bekerja lebih cepat, dan membuat tamu bisa memilih dengan tenang.