Mengundang lewat WhatsApp sudah sangat umum, dan bukan berarti kurang sopan. Yang membuatnya terasa sopan atau tidak adalah caranya: siapa yang disapa, kapan dikirim, dan kata-kata yang dipakai. Berikut panduan singkatnya, lengkap dengan contoh pesan yang bisa Anda sesuaikan.
Kirim secara pribadi, bukan ke grup
Pesan pribadi membuat tamu merasa diundang secara khusus. Undangan yang disebar ke grup sering terlewat di antara pesan lain, dan terasa seperti pengumuman.
Akan lebih baik lagi jika undangannya memakai link pribadi dengan nama tamu di sampulnya. Tamu langsung tahu bahwa undangan itu memang untuknya.
Kapan waktu yang tepat
- Tiga sampai enam minggu sebelum acara untuk undangan utama. Tamu dari luar kota punya waktu menyiapkan perjalanan.
- Beberapa hari sebelum acara untuk pengingat singkat, terutama bagi yang sudah menjawab akan hadir.
- Jam yang wajar, misalnya pagi menjelang siang atau sore hari. Hindari larut malam dan dini hari.
Sapa tamu dengan nama
Mulailah dengan salam dan nama tamu, lalu perkenalkan diri jika perlu. Untuk orang tua atau tamu yang sangat dihormati, pertimbangkan untuk menelepon atau berkunjung lebih dulu, lalu mengirim undangannya sebagai pelengkap.
Contoh pesan untuk keluarga
Assalamu'alaikum, Pakde Joko dan Bude Sri.
Dengan memohon rahmat dan ridho Allah SWT, kami bermaksud mengundang Pakde dan Bude sekeluarga untuk hadir di pernikahan kami, Rizky dan Aulia, pada hari Sabtu, 12 Desember.
Undangan lengkap, termasuk waktu dan lokasinya, ada di link ini: (link)
Kehadiran dan doa restu Pakde dan Bude sangat berarti bagi kami. Terima kasih.
Sesuaikan salam dan kalimat pembuka dengan kebiasaan keluarga dan agama Anda.
Contoh pesan untuk teman
Halo Dimas! Kabar baik nih: aku dan Aulia akan menikah hari Sabtu, 12 Desember. Kami pengin banget kamu datang.
Detail acara dan lokasinya ada di sini: (link)
Kabari ya bisa datang atau nggak, lewat tombol RSVP di undangannya. Ditunggu!
Contoh pesan untuk rekan kerja atau atasan
Selamat siang, Bu Ratna.
Dengan hormat, saya Rizky dari tim keuangan bermaksud mengundang Ibu untuk hadir di resepsi pernikahan saya pada hari Sabtu, 12 Desember, di Gedung Serbaguna Melati.
Undangan lengkapnya dapat Ibu buka di link berikut: (link)
Merupakan kehormatan bagi kami apabila Ibu berkenan hadir. Terima kasih.
Yang sebaiknya dihindari
- Mengirim link tanpa pesan pengantar. Link tanpa kalimat apa pun terasa dingin, dan bisa dikira pesan sembarangan.
- Menagih jawaban berkali-kali. Satu pengingat yang sopan sudah cukup.
- Mengirim undangan yang belum selesai. Periksa nama, tanggal, jam, dan lokasi sebelum dikirim.
- Lupa membalas. Jika tamu membalas dengan ucapan atau pertanyaan, balaslah, meskipun singkat.
Bagaimana dengan amplop digital?
Banyak tamu justru terbantu dengan adanya amplop digital, terutama yang tidak bisa hadir. Cantumkan di dalam undangan, bukan di pesan WhatsApp, dan gunakan kalimat yang halus. Misalnya:
Doa restu Anda merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami. Bagi yang ingin memberikan tanda kasih, dapat melalui amplop digital di undangan ini.
Dengan sapaan yang tepat dan waktu yang pas, undangan lewat WhatsApp bisa terasa sama hangatnya dengan undangan yang diantar langsung.